Latest Posts

Ruang Lingkup Materi Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak
Ruang Lingkup Materi Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak

Sebelum melanjutkan penulisan materi-materi untuk Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak ini, ada baiknya penyusun menjelaskan ruang lingkup materi Ilmu Hisab Falak yang akan didokumentasikan di dalamnya. Tentu saja agar pembaca Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak ini tidak mencari atau menunggu catatan tentang materi di luar ruang lingkup Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak ini.

Penyusun sengaja menggunakan istilah Ilmu Hisab Falak, bukan Ilmu Falak atau Ilmu Hisab, dengan tujuan untuk membatasi pendokumentasian hanya pada bagian tertentu dari materi-materi yang dipelajari dalam Ilmu Falak. Ilmu Falak di sini pun yang dimaksud hanya Ilmu Falak Syar‘iy1 yang materinya secara garis besar meliputi 4 bidang kajian utama:

  1. Penentuan arah qiblah.
  2. Penentuan waktu shalat.
  3. Penentuan awal bulan hijriyah.
  4. Penentuan waktu gerhana matahari dan gerhana bulan.2

Dalam Ilmu Falak Syar‘iy keempat materi tersebut dibahas dari berbagai sisi antara lain dari sisi:

  1. Fiqh yaitu kajian dari sisi hukum Islam, seperti kajian tentang hukum mengubah mihrab dan shaf shalat di masjid-masjid lama setelah diketahui ketidaktepatan arah qiblahnya, kajian tentang kedudukan hisab falak dalam penentuan awal bulan hijriyah, kajian tentang hukum shalat gerhana saat terjadi gerhana selain gerhana matahari dan gerhana bulan, dan sebagainya.
  2. Hisab falak yaitu perhitungan astronomis atau algoritma astronomis, seperti kajian tentang tahap-tahap perhitungan dengan berbagai metodenya untuk penentuan arah qiblah, waktu shalat, awal bulan hijriyah dan waktu gerhana matahari dan gerhana bulan.
  3. Alat dan teknik observasi (ru’yah) yaitu pengamatan langsung di lapangan, seperti kajian tentang peralatan dan teknik meluruskan arah qiblah dengan berbagai metodenya, kajian tentang observasi waktu-waktu shalat seperti saat fajar dan ‘isyā’ untuk meneliti kesesuaian berbagai konstanta yang dipergunakan dalam perhitungan waktu shalat, kajian tentang alat, teknik dan tempat observasi hilal untuk penentuan awal bulan hijriyah, dan sebagainya.

Penyusun sengaja menggunakan istilah Ilmu Hisab Falak untuk menunjukkan pemusatan kajian hanya dari sisi hisab falak (perhitungan astronomis atau algoritma astronomis) saja. Sehingga, materi-materi yang akan didokumentasikan dalam Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak ini hanya terbatas pada materi-materi Ilmu Falak Syar‘iy dari sisi hisab falak (perhitungan astronomis atau algoritma astronomis) saja, yaitu 4 bidang kajian utama berikut dan  yang berkaitan sangat erat dengannya:

  1. Perhitungan arah qiblat.
  2. Perhitungan waktu shalat.
  3. Perhitungan awal bulan hijriyah.
  4. Perhitungan waktu gerhana matahari dan bulan.

Adapun materi-materi yang berkaitan sangat erat dengan 4 bidang kajian utama di atas, antara lain:

  1. Berbagai materi dalam matematika yang wajib dikuasai untuk mendukung proses mempelajari Ilmu Hisab Falak, seperti Plane Trigonometry dan Spherical Trigonometry.
  2. Pengenalan software-software yang dapat dipergunakan sebagai alat bantu hitung yang paling mudah dipelajari dan familiar yaitu program aplikasi spreadsheet3 yang mendukung automatisasi program seperti Microsoft Office Excel dan Open Office Calc.
  3. Pengenalan software-software Ilmu Hisab Falak atau disebut juga Software Aplikasi Falak (SAF)4 baik yang berfungsi sebagai sumber data untuk perhitungan seperti WinHisab maupun sebagai sarana perbandingan hasil perhitungan seperti Accurate Times.
  4. dan sebagainya.

Pembatasan materi yang akan didokumentasikan dalam Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak ini berangkat dari antara lain:

  1. Pengalaman penyusun di masa awal mempelajari Ilmu Hisab Falak yang mengalami banyak kesulitan karena langkanya sarana belajar Ilmu Falak Syar‘iy dari sisi hisab falak (perhitungan astronomis atau algoritma astronomis).
  2. Keinginan untuk lebih memasyarakatkan Ilmu Hisab Falak yang sering terkesan dan dianggap sulit. Memang Ilmu Hisab Falak pada tingkatan tertentu tidak dapat dikatakan mudah, namun akan lebih sulit lagi bila sesuatu yang tidak mudah terlanjur dianggap sulit sebelum mencobanya. Penyusun sering mendengar ada yang baru mendengar satu istilah matematika saja sudah langsung berkata sulit, saya tidak mampu, dan sebagainya, terlebih begitu melihat deretan angka yang begitu banyak. Mental-mental melarikan diri dan putus asa pun muncul.... Namun yang lebih mengherankan dan memprihatinkan adanya fenomena terlalu cepat meyakini kelebihbenaran hasil hisab falak dari sesuatu yang diikutinya tanpa mengetahui langkah-langkah dan metode hisab falak yang dipergunakan. Sebuah fenomena yang sebenarnya tidak pantas muncul di kalangan ummat yang perintah pertama yang diturunkan dalam kitab sucinya adalah perintah membaca.
  3. Bidang keilmuan yang pada masa kecil menjadi cita-cita penyusun untuk digeluti yaitu matematika dan fisika namun tidak tercapai. Karena adanya arahan dari ayahanda penyusun untuk menggeluti bidang keilmuan lain yaitu ilmu-ilmu syar‘iy (bukan untuk mendikotomikan ilmu, namun sekedar untuk menunjuk kepada ilmu-ilmu yang materi pokoknya tentang syarī‘ah Islam secara langsung seperti aqidah, fiqh, dan sebagainya). Bukan suatu kebetulan bahwa ternyata ada satu bidang ilmu syar‘iy yang tidak mungkin dipisahkan dari matematika dan fisika, yaitu Ilmu Falak Syar‘iy dari sisi hisab falak (perhitungan astronomis atau algoritma astronomis). Sayang penyusun tidak terlalu dalam menguasai fisika sehingga penyusun hanya memilih materi Ilmu Falak Syar‘iy dari sisi yang bersifat matematis saja meski bekal penyusun dalam bidang matematika pun sangat terbatas.

Demikian, semoga penjelasan ini dapat menghindarkan pengunjung Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak ini dari kekecewaan karena mencari atau menunggu sesuatu yang di luar ruang lingkup materi yang akan didokumentasikan di dalamnya.

Perlu juga difahami karena Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak lebih bersifat catatan ketika belajar yang artinya penyusun masih dalam tahap belajar yang sebagian besarnya ditempuh secara autodidak. Sehingga kemunculan materi-materinya pun tidak selalu dalam jarak waktu yang dekat atau tetap. Bahkan kemungkinan munculnya revisi total dari sebuah catatan yang sudah muncul pun sangat besar.

Akhir kata, penyusun  Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak berharap adanya dukungan dari pengunjung terutama dalam bentuk doa, saran dan kritik yang membangun sehingga penyusunan Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak ini dapat berjalan dan terwujud sesuai harapan. Karena manusia hanya berencana dan hanya Allah subĥanahu wa ta‘ālā sajalah yang Maha Berkuasa menentukan terwujud atau tidaknya rencana tersebut. Mari belajar dan berbagi hasil belajar!.


Catatan Kaki

1 Ilmu Falak Syar‘iy adalah Ilmu Falak yang khusus mengkaji gerak matahari dan bulan untuk menentukan waktu-waktu ibadah dan arah kiblat. Lihat: Tim Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Pedoman Hisab Muhammadiyah, Majelis Tarjid dan Tajdid PP Muhammadiyah, Yogyakarta, cetakan ke-2, Sya‘bān 1430 H / Agustus 2009 M, hal. 4. Versi ebook dalam format pdf dapat didownload di: http://www.muhammadiyah.or.id/id/download-kalender-islam-falak-20.html atau http://tarjih.muhammadiyah.or.id/download-bukubuku-tarjih-287.html (akses tanggal 4 September 2012 M).

2 Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, M.A, Ilmu Falak : Sejarah, Perkembangan dan Peranannya dalam Islam, Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ilmu Falak (LP2IF)-Rukyatul Hilal Indonesia (RHI), 31 Agustus 2011 M, http://rukyatulhilal.org/falakiyah/index.html (akses tanggal 4 September 2012 M) dengan perubahan redaksi.

3 Spreadsheet adalah program aplikasi komputer interaktif untuk mengorganisasikan dan menganalisa informasi dalam bentuk tabel. Spreadsheet dikembangkan sebagai simulasi komputer dari lembar kerja akuntansi. Program beroperasi pada data yang dipaparkan sebagai kumpulan sel dari serangkaian data yang diorganisasikan dalam baris dan kolom. Setiap sel dari serangkaian data dapat memuat baik data numerik maupun text, atau hasil dari suatu rumus yang secara automatis menghitung dan menampilkan sebuah hasil berdasarkan isi dari sel-sel lain. Diterjemahkan secara kasar dari Wikipedia, Spreadsheet, Wikipedia The Free Encyclopedia, 1 September 2012 M, http://en.wikipedia.org/wiki/Spreadsheet (akses tanggal 4 September 2012 M).

Lihat juga daftar berbagai program aplikasi spreadsheet di Wikipedia, List of spreadsheet software, Wikipedia The Free Encyclopedia, 3 Agustus 2012 M, http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_spreadsheets (akses tanggal 4 September 2012 M) dan perbandingan antara berbagai program aplikasi spreadsheet di Wikipedia, Comparison of spreadsheet software, Wikipedia The Free Encyclopedia, 1 September 2012 M,  http://en.wikipedia.org/wiki/Comparison_of_spreadsheet_software (akses tanggal 4 September 2012 M)

4 Software Aplikasi Falak (SAF) adalah program komputer (software) yang didisain khusus untuk perhitungan (hisab) terhadap hitungan-hitungan ilmu falak-syar'i. Perhitungan tersebut meliputi:

  • Hisab Awal Bulan Komariyah / Hijriyah.
  • Hisab Waktu Shalat dan Imsakiyah.
  • Hisab Arah Kiblat.
  • Hisab Gerhana Matahari dan Bulan.
  • Hisab Konversi Penanggalan Hijriyah - Masehi.
  • Hisab Posisi Harian Matahari dan Bulan.
  • Hisab Visibilitas Hilal dari sebuah tempat.
  • Hisab Fase-fase Bulan.
  • Hisab Saat Peneraan Arah Kiblat berdasarkan bayangan dan posisi matahari dsb.

Lihat: Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ilmu Falak (LP2IF)-Rukyatul Hilal Indonesia (RHI), Software Aplikasi Falak (SAF), Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Ilmu Falak (LP2IF)-Rukyatul Hilal Indonesia (RHI), 7 Mei 2009, http://rukyatulhilal.org/software/index.html (akses 4 September 2012).


Dipublikasikan pertama kali pada tanggal 4 September 2012 M.

Transliterasi Arab Latin
Transliterasi Arab - Latin

Banyaknya istilah-istilah dalam Ilmu Hisab Falak yang berasal dari Bahasa Arab dan dalam berbagai kondisi diperlukan penulisan istilah-istilah tersebut dengan huruf latin yang disertai dengan penekanan terhadap bunyi aslinya dalam Bahasa Arab, maka penyusun merasa perlu mencantumkan kaidah-kaidah transliterasi yang penyusun pergunakan dalam Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak ini.

Khusus kata-kata yang sudah diserap dalam Bahasa Indonesia maka penulisannya tidak mengikuti kaidah transliterasi Arab-Latin berikut kecuali bila penekanan terhadap bunyi aslinya diperlukan.

Berikut kaidah transliterasi Arab-Latin yang penyusun pergunakan. Khusus kaidah no. 1 tentang konsonan penyusun sajikan perbandingan antara 3 versi yang sempat penyusun pelajari dari beberapa sumber dan versi IV adalah yang penyusun pergunakan dalam Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak ini yang merupakan modifikasi dari versi II. Sedangkan kaidah no. 2-10 penyusun ambil dari versi I dengan kemungkinan adanya beberapa modifikasi. Dalam contoh-contoh yang penyusun berikan untuk kaidah no. 2-10 bila terdapat dua contoh penulisan dengan huruf latin untuk satu kata/kalimat maka contoh yang pertama mengikuti kaidah no.1 versi I dan contoh kedua mengikuti kaidah no. 1 versi IV.

1. Konsonan

Huruf Arab Huruf Latin Keterangan
Versi I1 Versi II2 Versi III3 Versi IV4
ا ... ... ... ... tidak dilambangkan
ب b b b b
ت t t t t
ث ts th ts Versi I: huruf s dengan titik di atasnya.
ج j j j j
ح h Versi I, III dan IV: huruf h dengan titik di bawahnya.
خ kh kh kh kh
د d d d d
ذ ż dz dh dz Versi I: huruf z dengan titik di atasnya.
ر r r r r
ز z z z z
س s s s s
ش sy sy sy sy
ص sh sh Versi I dan III: huruf s dengan titik di bawahnya.
ض dl dl
atau
dh
Versi I dan III: huruf d dengan titik di bawahnya.
ط th th Versi I dan III: huruf t dengan titik di bawahnya.
ظ zh zh Versi I dan III: huruf z dengan titik di bawahnya.
ع koma terbalik di atas.
غ g gh gh gh
ف f f f f
ق q q q q
ك k k k k
ل l l l l
م m m m m
ن n n n n
هـ h h h h
و w w w w
ي y y y y
ء koma di atas (apostrof).
ة ... ... t
atau
Versi III: huruf t dengan garis di bawahnya.
Versi IV: huruf t atau h dengan garis di bawahnya.

2. Konsonan Rangkap

Konsonan rangkap karena tasydīd ditulis rangkap.

Teks Arab Transliterasi Arab-Latin
أَهِلَّةٌ ahillah
ahillaẖ
مُجَيَّبٌ mujayyab
شَوَّالٌ syawwāl

3. Tā' Marbūthah (ة)

  1. Bila dimatikan, ditulis ẖ:
    Teks Arab Transliterasi Arab-Latin
    أَهِلَّةٌ ahillah
    ahillaẖ
    هِجۡرِيَّةٌ hijriyyah
    hijriyyaẖ
    قَمَرِيَّةٌ qamariyyah
    qamariyyaẖ
  2. Bila dihidupkan karena berangkai dengan kata lain, ditulis ṯ:
    Teks Arab Transliterasi Arab-Latin
    رُؤۡيَةُ الۡهِلَالِ ru’yatul-hilāl / ru’yatul-hilāli
    ru’yaṯul-hilāl / ru’yaṯul-hilāli
    زَكَاةُ الۡفِطۡرِ zakātul-fiṭr / zakātul-fiṭri
    zakāṯul-fithr / zakāṯul-fithri
    صَلَاةُ الۡعَصۡرِ ṣalātul-‘aṣr / ṣalātul-‘aṣri
    shalāṯul-‘ashr / shalāṯul-‘ashri

4. Vokal Pendek

Harakat Transliterasi Arab Latin Contoh
Teks Arab Transliterasi Arab Latin
ـَــ a كَتَبَ kataba
ضَرَبَ ḍaraba
dlaraba/dharaba
رَصَدَ raṣada
rashada
ـِــ i اِرۡتِفَاعٌ irtifā‘
اِسۡتِكۡمَالٌ istikmāl
إِقۡلِيۡمٌ iqlīm
ـُــ u كُتُبٌ kutub
شُهُوۡرٌ syuhūr
اُنۡظُرۡ unẓur
unzhur

5. Vokal Rangkap

Harakat Transliterasi Arab Latin Contoh
Teks Arab Transliterasi Arab Latin
ـَا / ــٰـ ā هِلَالٌ hilāl
رَمَضَانُ ramaḍān
ramadlān/ramadhān
أٰمَنَ āmana
ـِيۡ / ـٖــ ī إِمۡكَانِيَّةٌ imkaniyyah
imkāniyyaẖ
تَحۡقِيۡقِيٌّ taḥqīqiy
taĥqīqiy/taḥqīqiy
ـُوۡ / ـٗــ ū طُلُوۡعٌ ṭulū‘
thulū‘
نُوۡرُ nūr

Catatan: Tanda baca (ـٖــ) dan (ـٗــ) hanya dipergunakan dalam transliterasi Arab-Latin khusus ayat-ayat Al-Qur’an. Di luar penulisan ayat-ayat Al-Qur’an, dua tanda baca tersebut jarang dijumpai.

6. Diftong

Harakat Transliterasi Arab Latin Contoh
Teks Arab Transliterasi Arab Latin
ـَيۡ ai مَيۡلٌ mail
ذَيۡلٌ żail
dzail
ـَوۡ au كَوۡكَبٌ kaukab
قَوۡسٌ qaus

7. Vokal Pendek Berurutan

Teks Arab Transliterasi Arab-Latin
لَئِنۡ شَكَرۡتُمۡ la’in syakartum
رَؤُفَ ra’ufa

8. Kata Sandang Lāmu t-Ta'rīf (ال)

  1. Bila diikuti dengan salah satu dari huruf qamariyyaẖ, ditulis al-:
    Teks Arab Transliterasi Arab-Latin
    الۡأَهِلَّةُ al-ahillah
    al-ahillaẖ
    الۡهِجۡرِيَّةُ al-hijriyyah
    al-hijriyyaẖ
    الۡقَمَرِيَّةُ al-qamariyyah
    al-qamariyyaẖ
  2. Bila diikuti dengan salah satu dari huruf syamsiyyah, ditulis dengan menggandeng huruf syamsiyyah yang mengikutinya serta menghilangkan huruf l-nya:
    Teks Arab Transliterasi Arab-Latin
    الرُّؤۡيَةُ ar-ru‘yah
    ar-ru‘yaẖ
    الزَّكَاةُ az-zakāh
    az-zakāẖ
    الصَّلَاةُ aṣ-ṣalāh
    ash-shalāẖ

9. Huruf Besar

Huruf besar dalam tulisan latin dipergunakan sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD).

10. Penulisan Kata-Kata dalam Rangkaian Kalimat

Penulisan kata-kata dalam rangkaian kalimat dapat ditulis menurut bunyi atau pengucapannya dan penulisannya.

Teks Arab Transliterasi Arab-Latin
رُؤۡيَةُ الۡهِلَالِ ru’yatul-hilāl/ru‘yatu al-hilāl
ru’yaṯul-hilāl/ru‘y̱atu al-hilāl
الۡحِسَابُ الۡعُرۡفِيُّ al-ḥisābul-‘urfiy/al-ḥisābu al-‘urfiy
al-ĥisābul-‘urfiy/al-ĥisābu al-‘urfiy
atau
al-ḥisābul-‘urfiy/al-ḥisābu al-‘urfiy
عِلۡمُ الرَّصۡدِ ‘ilmur-raṣd/‘ilmu ar-raṣd
‘ilmur-rashd/‘ilmu ar-rashd

Khatimah

Sebagai penutup, bila ada yang menjumpai kesalahan dalam tulisan ini terutama berkaitan dengan contoh penggunaan Transliterasi Arab-Latin versi I penyusun mengharapkan kesediaanya untuk memberi koreksi. Kemungkinan salah dalam memahami Transliterasi Arab-Latin versi I sangat besar karena hingga saat ini penyusun belum mampu mengakses sumber rujukan aslinya yaitu buku "Pedoman Transliterasi Arab-Latin" yang diterbitkan oleh Departemen Agama RI.

Demikian, semoga bermanfaat. Saran dan kritik yang membangun sangatlah penyusun harapkan. Penyusun juga berharap kesediaan siapapun yang mengunjungi Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak untuk mendoakan penyusun dan keluarga agar diberi kesembuhan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dari segala penyakit yang saat ini kami tanggung. Terimakasih atas kunjungan Anda dan mari belajar dan berbagi hasil belajar!


Catatan Kaki

1 Berdasarkan SKB (Surat Keputusan Bersama) Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, tertanggal 22 Januari 1988 Nomor: 158/1987 - Nomor: 0543 b/u/1987 sebagaimana dikutip dalam: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republuk Indonesia, Pedoman Transliterasi Arab-Latin (pedoman transliterasi arab latin skb 2 menteri.pdf), halaman download (akses 2 Juni 2012 M), Pedoman Transliterasi Arab-Latin (transliterasi-091118212618-phpapp01.pdf), halaman download (akses 12 Februari 2012 M), Pedoman Transliterasi Arab-Indonesia (167_PEDOMAN TRANSLITERAS1.pdf), link download (akses 2 Juni 2012 M), dan PEDOMAN TRANSLITERASI (Appendix.pdf), link download 1 dan link download 2 (akses 2 Juni 2012 M). Sangat disayangkan, penyusun belum dapat memiliki dan mengakses sumber primer yaitu buku "Pedoman Transliterasi Arab-Latin" yang diterbitkan oleh Departemen Agama RI, 2003 (lihat bibliografinya di sini). Semoga suatu saat nanti Kementerian Agama RI bersedia menerbitkan versi ebooknya yang dapat didownload secara bebas (free) sehingga buku tersebut dapat dipelajari oleh seluruh penuntut ilmu di Indonesia dengan berbagai tingkatan kemampuan ekonomi. Bandingkan dengan Pedoman Transliterasi Arab-Rumi dari negara tetangga yang dapat didownload secara bebas (free) di Buku-e LIPI (akses 2 Juni 2012 M) dan di Portal Resmi Dewan Bahasa dan Pustaka Institute of Language and Literature Malaysia (akses 2 Juni 2012 M).

2 Lihat contoh pedoman dan penggunaannya dalam Dr. Mamat Zaenuddin, MA, Dasar-Dasar Mengenal Bahasa Arab (Perangkat_Ar_Asasiyah.pdf), halaman download (akses 2 Juni 2012 M) hal. iii. Transliterasi Arab-Latin versi II sering dipergunakan di Indonesia baik sebelum maupun sesudah adanya SKB Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor: 158/1987 - Nomor: 0543 b/u/1987. Transliterasi Arab-Latin ini masih sering dipergunakan meskipun telah ada SKB Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tersebut dengan berbagai alasan, seperti lebih praktis dalam penulisannya menggunakan komputer dan juga langkanya font latin yang mendukung karakter-karakter yang dibutuhkan dalam transliterasi Arab-Latin versi SKB Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tersebut.

3 Dewan Bahasa dan Pustaka, Pedoman Transliterasi Arab-Rumi, (1232939305buku.pdf), download dari Buku-e LIPI (akses 2 Juni 2012 M) dan di Portal Resmi Dewan Bahasa dan Pustaka Institute of Language and Literature Malaysia (akses 2 Juni 2012 M).

4 Transliterasi Arab-Latin yang penyusun pergunakan dalam Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak.


Catatan Publikasi:

  1. Dipublikasikan pertama kali pada tanggal 2 Juni 2012 M.
  2. Dipublikasikan kedua kali pada tanggal 18 Desember 2012 M dengan beberapa revisi pada Versi IV dan pada contoh-contoh penerapannya.

Font Arab dalam Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak
Font Arab dalam Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak

Sebagaimana dalam blog utama penyusun yaitu Catatan Belajarku, dalam Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak ini pun ada kemungkinan penyusun akan mencantumkan kalimat-kalimat ber-Bahasa Arab yang hanya bisa ditulis dengan tepat menggunakan Huruf Arab. 

Sebagaimana penyusun paparkan Catatan Belajarku berjudul Font Arab dalam Catatan Belajarku, penyusun menggunakan kriteria tertentu yang penyusun pilih sendiri, antara lain:

  1. Berkaitan dengan bentuk sukun.
    Dalam penulisan Huruf Arab, dikenal dua bentuk sukun, yaitu sukun dengan bentuk seperti kepala huruf ـۡــ (hampir seperti kepala huruf حـ) dan sukun dengan bentuk hampir seperti lingkaran ـْــ (berbentuk hampir seperti lingkaran atau seperti angka lima dalam dengan Huruf Arab).
    Berkaitan dengan dua bentuk sukun tersebut, penyusun lebih memilih bentuk pertama.
  2. Berkaitan dengan penulisan fathah berdiri (al-alif al-khanjariyyah/dagger alif).
    Penggunaan fathah berdiri (al-alif al-khanjariyyah/dagger alif) berdasarkan pengamatan penyusun kadang tidak konsisten dan sering diganti dengan tanda madd dengan bentuk ـٓــ. Penyusun cenderung memilih menggunakan fathah berdiri (al-alif al-khanjariyyah/dagger alif) untuk menandai huruf yang dibaca panjang dua harakat, sedangkan tanda kedua tanda madd dengan bentuk ـٓــ untuk menandai huruf yang dibaca panjang melebihi dua harakat.
    Oleh karena itu, dalam menulis kata القرأن penyusun lebih memilih menulisnya الۡقُرۡأٰنُ daripada الۡقُرۡأٓنُ

Penggunaan tanda baca yang penyusun pilih tersebut bukan berarti menyatakan salah terhadap penggunaan tanda baca yang tidak penyusun pilih. Pilihan penyusun lebih berdasarkan kepada rasa konsistensi penggunaan tanda baca serta untuk menghampiri (artinya tidak 100% mengikuti) penggunaan tanda baca dalam kebanyakan Mushhaf Al-Qur'an cetakan baru.

Problem yang muncul dari penggunaan tanda baca yang penyusun pilih adalah langkanya Font Arab yang mendukung. Dari sekian Font Arab yang penyusun kenali, hanya sedikit yang mendukung secara penuh pilihan penyusun, antara lain:

  1. Amiri, lihat informasinya di Catatan Belajarku berjudul "Font Arab Amiri 0.101", atau langsung download di halaman download atau halaman download.
  2. Arabic Typesetting, bawaan Microsoft Windows Vista (Arabic Typesetting versi lama yang tidak mendukung peletakan kasrah di bawah huruf ketika bersama tasydid) dan Microsoft Windows Seven.
  3. Sakkal Majalla, bawaan Microsoft Windows Vista dan Microsoft Windows Seven.

Dari ketiga Font Arab tersebut, penyusun memilih menggunakan Font Arab Amiri dengan alasan yang penyusun sebutkan dalam Catatan Belajarku berjudul "Font Arab Amiri 0.101" dan "Font Arab dalam Catatan Belajarku Update sejak Mei 2012".

Sayangnya sepengetahuan penyusun blogger.com tidak menyediakan tempat untuk menyimpan Font Arab Amiri dalam format yang dapat di-embed di halaman web dan di Google Web Font juga tidak tersedia dukungan untuk Font Arab sama sekali.

Oleh karena itu, penyusun berharap kepada pengunjung Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak ini untuk menginstall Font Arab Amiri dalam sistem operasi yang dipergunakannya. Bila dalam komputer yang dipergunakan untuk mengakses Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak ini tidak ada Font Arab lain yang mendukung penggunaan tanda baca yang penyusun pilih, maka tanda-tanda baca yang penyusun pilih akan ditampilkan dengan bentuk  atau dengan letak yang tidak semestinya.

Bagi pengguna Microsoft Windows Vista atau Microsoft Windows Seven, Font Arab Arabic Typesetting atau Sakkal Majalla sudah mencukupi untuk membaca Huruf Arab dalam Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak ini. Hanya saja mungkin ukuran Huruf Arab yang ditampilkan menjadi lebih kecil.

Demikian semoga informasi ini bermanfaat. Saran dan kritik yang membangun sangatlah penyusun harapkan demi kemajuan Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak ini. Mari bersama belajar dan berbagi ilmu!

Ahlan wa Sahlan wa Marhaban
Ahlan wa Sahlan wa Marhaban
Ahlan (أَهۡلًا) : semoga Anda mendapatkan keluarga dan suasana kekeluargaan
wa Sahlan (وَ سَهۡلًا) : dan semoga Anda mendapatkan kemudahan
wa Marhaban (وَ مَرۡحَبًا) : dan semoga Anda mendapatkan keleluasaan dan kelapangan
  di tempat yang Anda singgahi ini1: Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak. Sebuah blog sederhana yang dibangun untuk mendokumentasikan berbagai catatan hasil belajar Ilmu Hisab Falak.

Ilmu Hisab Falak merupakan salah satu bidang keilmuan yang sangat menarik hati penyusun untuk mempelajarinya beberapa tahun yang lalu. Namun karena berbagai keterbatasan yang ada seperti waktu, sarana bahkan biaya membuat penyusun meliburkan diri dari mempelajari Ilmu Hisab Falak dalam jangka waktu yang cukup lama.

Berbagai keterbatasan tersebut membuat penyusun hanya mampu mempelajari Ilmu Hisab Falak secara teroritis saja. Sementara untuk pelaksanaan di lapangan yang sangat penting terutama sebagai sarana pembuktian terasa sangat jauh dari kemampuan penyusun. Ditambah dengan tempat penyusun yang jauh dari tempat-tempat yang menyediakan sarana-sarana untuk praktik di lapangan. Hal tersebut masih ditambah dengan langkanya sumber rujukan, teman bahkan guru yang ahli di bidang Ilmu Hisab Falak di lingkungan penyusun.

Berbagai keterbatasan tersebut pulalah yang membuat penyusun menghapus blog Belajar Ilmu Hisab Falak yang pernah penyusun bangun kurang lebih satu tahun yang lalu. Blog yang hanya sempat penyusun isi dengan sebuah ungkapan "Ahlan wa Sahlan wa Marhaban (أَهۡلًا وَ سَهۡلًا وَ مَرۡحَبًا)".  Keinginan untuk belajar dan berbagi melalui blog tersebut seakan surut habis karena keterbatasan-keterbatasan di atas.

Pada waktu yang bersamaan, penyusun melihat aktifitas sharing di dunia internet tentang Ilmu Hisab Falak semakin meningkat. Hal tersebut ditunjukkan dengan bertambahnya jumlah situs atau blog yang membahas materi-materi Ilmu Hisab Falak baik secara khusus maupun sebagai bagian dari berbagai materi yang dimuatnya. Bahkan di situs jejaring sosial Facebook pun muncul beberapa grup/forum diskusi tentang Ilmu Hisab Falak.

Meskipun tidak sebanyak bidang lainnya, namun adanya peningkatan baik secara kuantitas maupun kualitas merupakan sesuatu yang cukup membanggakan. Terlebih mengingat Ilmu Hisab Falak merupakan salah satu bidang keilmuan yang sangat membutuhkan ketelitian dan konsentrasi yang tinggi.

Hal tersebut membuat semangat penyusun untuk mempelajari ulang Ilmu Hisab Falak ini muncul kembali. Demikian juga keinginan untuk berbagi hasil belajar di dunia internet melalui sarana blog terlahir lagi. Meskipun segala keterbatasan tersebut di atas masih menjadi penghalang terbesar terwujudnya semangat dan keinginan tersebut.

Penyusun sangat berharap semoga dengan mempelajari ulang dan berbagi hasil belajar Ilmu Hisab Falak ini menjadi sarana untuk menghilangkan keterbatasan-keterbatasan tersebut secara bertahap. Bagaimanapun juga, penyusun teringat dan menyadari makna firman Allah dalam Al-Qur'an:

يَٰۤــأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوۤاْ إِن تَنصُرُواْ ٱللّٰهَ يَنصُرۡكُمۡ وَ يُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ. ﴿القرأن سورة محمد الأية 7﴾

"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."2

dan sebuah kaidah dalam Ilmu Al-Qawa'id Al-Fiqhiyyah:

الۡمَيۡسُوۡرُ لَا يَسۡقُطُ بِالۡمَعۡسُوۡرِ.

"Sesuatu yang mudah tidak gugur karena sesuatu yang sulit."3

Semoga dengan menghidupkan kembali blog Belajar Ilmu Hisab Falak dengan nama dan alamat baru Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak segala keterbatasan yang menjadi penghalang dapat sedikit demi sedikit teratasi.

Meskipun Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak ini hanya berisi dokumentasi catatan hasil belajar Ilmu Hisab Falak yang sangat mendasar dan dengan bahasa dari orang yang masih sangat awam dalam bidang ini, penyusun berharap semoga ada manfaat darinya. Minimal bagi penyusun sendiri untuk mendapatkan masukan-masukan baik saran maupun kritik terutama koreksi dari yang ahli dalam Ilmu Hisab Falak, terutama dari mereka yang diberi kemudahan oleh Allah berupa ketersediaan biaya dan kesempatan sehingga mampu mempelajari Ilmu Hisab Falak secara formal akademis. Sehingga bila ada kesalahan penyusun dalam memahami suatu bagian dalam Ilmu Hisab Falak penyusun segera dapat memperbaikinya.

Mohon doa dan dukungan dari Anda yang sempat mengunjungi Catatan Belajar Ilmu Hisab Falak agar semangat dan keinginan penyusun untuk mempelajari ulang dan berbagai hasil belajar Ilmu Hisab Falak ini dapat terwujud. Mari bersama belajar dan berbagi hasil belajar!


Catatan Kaki

1 Lihat uraian selengkapnya tentang makna ungkapan "Ahlan wa Sahlan wa Marhaban" di Catatan Belajarku berjudul "Marhaban Ahlan wa Sahlan di Catatan Belajarku!".

2 Al-Qur'an Surat Muhammad (47) ayat 7.

3 Jalaluddin 'Abdurrahman ibn Aby Bakr As-Suyuthy, Al-Asybah wa Al-Nazhair fi Qawa'id wa Furu'i Fiqhi Al-Syafi'iy, Maktabah Nizar Mushthafa Al-Baz, Riyadh, cet. ke-2, 1418H/1997M, juz 1, hal. 256 (ebook didownload di sini tanggal 2 Rajab 1433 H / 23 Mei 2012 M). Dalam cetakan lama yang oleh penerbitnya diberi judul Al-Asybah wa Al-Nazhair fi Al-Furu', Dar Al-Fikri, Beirut, t.t., hal. 107 tertulis الۡمَيۡسُوۡرُ وَ لَا يَسۡقُطُ بِالۡمَعۡسُوۡرِ (terdapat tambahan kata وَ sebelum kata لَا). Penyusun memilih redaksi dari cetakan terbaru karena dalam kitab Al-Mawahib Al-Sunniyah karya 'Abdullah ibn Sulaiman Al-Jirhizy Al-Syafi'iy yang merupakan syarh kitab Al-Faraid Al-Bahiyyah Nazhm Al-Qawa'id Al-Fiqhiyyah karya Abu Bakr Al-Ahdaly Al-Yamany Al-Syafi'iy yang dicetak dalam hamisy Al-Asybah wa Al-Nazhair fi Al-Furu', Dar Al-Fikri, Beirut, t.t., hal. 270-271 tertulis seperti di atas (tidak terdapat tambahan kata وَ sebelum kata لَا). Bila  tambahan kata وَ sebelum kata لَا dalam cetakan lama tersebut bukan salah cetak, penyusun belum mengetahui fungsi dan kedudukan kata وَ dalam kalimat di tersebut. وَ اللّٰهُ أَعۡلَمُ باِلصَّوَابِ. Saudara/saudari yang masih segar penguasaan 'Ilmu Al-Nahwi-nya, mohon bantuannya untuk memastikan hal ini.


بِسۡمِ اللّٰهِ الرَّحۡمٰنِ الرَّحِيۡمِ

Khuthbah Al-Hajah
Khuthbah Al-Hajah

Teks Khutbah Al-Hajah

إِنَّ الۡحَمۡدَ لِلّٰهِ نَحۡمَدُهُ وَ نَسۡتَعِيۡنُهُ وَ نَسۡتَغۡفِرُهُ، وَ نَعُوۡذُ بِاللّٰهِ مِنۡ شُرُوۡرِ أَنۡفُسِنَا وَ مِنۡ سَيِّئَاتِ أَعۡمَالِنَا.

مَنۡ يَهۡدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَ مَنۡ يُضۡلِلۡ فَلَا هَادِيَ لَهُ،

وَ أَشۡهَدُ أَنۡ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحۡدَهُ لَا شَرِيۡكَ لَهُ وَ أَشۡهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبۡدُهُ وَ رَسُوۡلُهُ.

يَآ أَيُّـهَا ٱلَّذِيۡنَ أٰمَنُوا ٱتَّقُوا ٱللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَ لَا تَمُوۡتُنَّ إِلَّا وَ أَنۡتُمۡ مُسۡلِمُوۡنَ. 1

يَآ أَيُّـهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوۡا رَبَّكُمُ ٱلَّذِيۡ خَلَقَكُمۡ مِنۡ نَفۡسٍ وَاحِدَةٍ وَ خَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَ بَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالًا كَثِيۡرًا وَ نِسَآءً، وَ ٱتَّقُوا ٱللّٰهَ ٱلَّذِيۡ تَسَآءَلُوۡنَ بِهِ وَ ٱلۡأَرۡحَامَ إِنَّ ٱللّٰهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيۡبًا.2

يَآ أَيُّـهَا ٱلَّذِيۡنَ أٰمَنُوا ٱتَّقُوا ٱللّٰهَ وَ قُوۡلُوۡا قَوۡلًا سَدِيۡدًا يُصۡلِحۡ لَكُمۡ أَعۡمَالَكُمۡ وَ يَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوۡبَكُمۡ، وَ مَنۡ يُطِعِ ٱللّٰهَ وَ رَسُوۡلَهُ فَقَدۡ فَازَ فَوۡزًا عَظِيۡمًا.3

أَمَّا بَعۡدُ:4

Tarjamah Khutbah Al-Hajah

Sesungguhnya segala puji itu bagi Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya dan memohon ampunan kepada-Nya. Dan Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan dari keburukan perbuatan-perbuatan kami.

Dan barangsiapa diberi hidayah oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa disesatkan oleh-Nya maka tidak ada yang dapat memberinya hidayah.

Dan aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang patut disembah kecuali Allah semata tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam.5

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.6

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah Perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. dan Barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.7


Catatan Kaki

1 الۡقُرۡأٰنُ سُوۡرَةُ أٰلِ عِمۡرَانَ الۡأٰيَةُ 102.

2 الۡقُرۡأٰنُ سُوۡرَةُ النِّسَاءِ الۡأٰيَةُ 1.

3 الۡقُرۡأٰنُ سُوۡرَةُ الۡأَحۡزَابِ الۡأٰيَتَانِ 70-71.

4 Muhammad Nashir Al-Din Al-Albany (1332-1420 H /1914-1999 M), Khuthbatu Al-Hajati allaty Kana Rasulullahi Shallallahu ‘alaihi wa Sallama Yu’allimuha Ashhabahu, Beirut/Damaskus: Al-Maktab Al-Islamy, cet. 4, 1400 H , hal. 3 dan 10-11. Kitab dalam versi PDF dapat didownload di Majlis Al-Alukah dengan halaman download di sini (akses tanggal 27 Oktober 2010) dan di Majalis Al-Thariq ila Al-Jannah dengan halaman download di sini (akses tanggal 31 Desember 2010). Kitab tersebut juga terdapat dalam Al-Ishdar Al-Rasmy Al-Awwal li Al-Maktabah Al-Syamilah (download tanggal 25-26 Januari 2011), lihat juga Catatan Belajarku tentang Al-Maktabah Al-Syamilah Edisi Resmi Pertama.

5 Al-Qur'an Surat Ali 'Imran ayat 102, tarjamah dikutip dari Mohamad Taufiq, Plug Ins AlQuran for Ms-Word Ver. 1.3, myquran.org (download tanggal 10 Oktober 2010). Lihat Catatan Belajarku tentang Plug Ins AlQuran for Ms-Word Ver. 1.3.

6 Al-Qur'an Surat Al-Nisa' ayat 1, ibid.

7 Al-Qur'an Surat Al-Ahzab ayat 70-71, ibid.